<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Start-Up &#8211; Sobat Sekolah</title><atom:link href="https://sobatsekolah.com/tag/start-up/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://sobatsekolah.com</link><description>Temukan informasi seputar pendidikan, teknologi, komputer, hiburan, tips dan trik terlengkap hanya di SobatSekolah.com</description><lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2022 06:21:22 +0000</lastBuildDate><language>id</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><image><url>https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/favicon-logo-sobatsekolah-150x150.png</url><title>Start-Up &#8211; Sobat Sekolah</title><link>https://sobatsekolah.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Pentingnya Pahami Pengembangan Bisnis</title><link>https://sobatsekolah.com/pendidikan/pengembangan-bisnis/</link><comments>https://sobatsekolah.com/pendidikan/pengembangan-bisnis/#respond</comments><dc:creator><![CDATA[Muhammad Rifqi Firdaus]]></dc:creator><pubDate>Mon, 03 Oct 2022 06:21:22 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><category><![CDATA[BSC]]></category><category><![CDATA[Pengembangan Bisnis]]></category><category><![CDATA[Start-Up]]></category><category><![CDATA[Universitas BSI]]></category><guid isPermaLink="false">https://sobatsekolah.com/?p=6643</guid><description><![CDATA[Sobatsekolah.com, Jakarta – Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sebagai Kampus Digital Kreatif, memiliki lembaga BSI...]]></description><content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sobatsekolah.com, Jakarta –</strong> Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sebagai Kampus Digital Kreatif, memiliki lembaga BSI <em>Startup Ceenter</em> (BSC) yang mendorong mahasiswa agar memulai bisnis dari sebuah ide. Forum ini memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan ide dan mendorong pengembangan bisnis.</p><p>Namun, ada begitu banyak kendala dalam membangun sebuah startup sehingga perlu dibangun secara konsisten seraya menghadapi persaingan yang cepat dalam kemitraan. Sehingga menghasilkan ide-ide baru bagi pemilik untuk membuat strategi pengembangan startup baru.</p><p><strong>Baca Juga : <a href="https://sobatsekolah.com/pendidikan/cross-selling/">Pahami Cross Selling Dalam Dunia Bisnis</a></strong></p><p>Kepala bagian BSC <strong><a href="http://bsi.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas BSI</a></strong>, Mahmud Syarif mengatakan dalam membangun bisnis tidak bisa sekadar asal jadi. Bersaing dengan pebisnis lainnya, harus memiliki strategi dan motivasi yang kuat, sehingga mahasiswa tidak akan menyerah begitu saja, jika gagal.</p><p>“Membangun bisnis itu tidak asal-asalan. Bersaing dengan pebisnis lain membutuhkan konsistensi dan strategi. Saya harap ini akan memotivasi mahasiswa Universitas BSI untuk belajar strategi bisnis untuk pengembangan bisnis lebih aktif. Saya harap begitu,” kata Mahmud, Kamis (29/9).</p><p>Menurutnya, perusahaan tanpa pengembangan telah dikesampingkan dari waktu ke waktu, persaingan meningkat, dan perkembangan teknologi semakin cepat. Pengembangan bisnis adalah kuncinya di sini, memastikan bisnis tidak mudah tertutup oleh persaingan.</p><h2><strong>5 Hal Dalam Pengembangan Bisnis</strong></h2><p>Mencapai target pasar yang berkembang membutuhkan kedisiplinan. Dilansir dari Startup Studi, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bisnis:</p><h3><strong>1. Riset pasar</strong></h3><p>Pengembang bisnis perlu memahami kondisi pasar untuk menentukan target pasar. Hal ini memungkinkan pemilik untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pelanggan mereka dan kualitas kepuasan pelanggan. Data atau informasi yang diperoleh digunakan sebagai strategi pengembangan bisnis.</p><h3><strong>2. Mencari klien dan relasi potensial</strong></h3><p>Pengusaha tidak hanya menciptakan produk yang dibutuhkan konsumen, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Pengembang bisnis melihat peluang ini sebagai target baru untuk hubungan dan tidak mengabaikan pelanggan lama.</p><p><strong>3. Merumuskan strategi bisnis</strong></p><p>Strategi bisnis sangat penting dalam pengembangan bisnis karena data dan informasi dapat digunakan dengan mudah untuk membuat strategi baru agar bisnis Anda tetap berjalan dengan baik.</p><p><strong>Baca Juga : <a href="https://sobatsekolah.com/event/lewat-nusa-mandiri-jif-2022/">Lewat Nusa Mandiri JIF 2022, Bisa Wujudkan Merdeka Bisnis Karier Merdeka</a></strong></p><h3>4. Presentasi strategi startup</h3><p>Setelah membuat strategi startup berdasarkan data dan mempresentasikan strategi tersebut kepada rekan kerja, fase ini akan membantu dalam berinteraksi dengan konsumen.</p><h3><span style="font-size: 18pt;"><strong>5. Menyelaraskan hubungan</strong></span></h3><p>Mendapatkan calon pelanggan berdasarkan situasi aktual di lapangan membuat penjualan menjadi lebih mudah. Pengembangan bisnis bukanlah asumsi sembarangan, keputusan pengembang bisnis didasarkan pada data dan fakta.</p><p>Titik pengembangan bisnis ini memudahkan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas startup yang mereka jalani. Perilaku yang konsisten dan disiplin berpengaruh positif terhadap perkembangan perusahaan.</p>]]></content:encoded><wfw:commentRss>https://sobatsekolah.com/pendidikan/pengembangan-bisnis/feed/</wfw:commentRss><slash:comments>0</slash:comments></item><item><title>Hai Pelaku Start Up, Ayo Simak Cara Agar Dapat Pendanaan dari Investor</title><link>https://sobatsekolah.com/pendidikan/cara-dapat-pendanaan-dari-investor/</link><comments>https://sobatsekolah.com/pendidikan/cara-dapat-pendanaan-dari-investor/#respond</comments><dc:creator><![CDATA[Muhammad Rifqi Firdaus]]></dc:creator><pubDate>Wed, 09 Mar 2022 09:20:12 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><category><![CDATA[Investor]]></category><category><![CDATA[Pendanaan Dari Investor]]></category><category><![CDATA[Start-Up]]></category><guid isPermaLink="false">https://sobatsekolah.com/?p=5493</guid><description><![CDATA[SobatSekolah, Investor &#8211; Di era digital saat ini, tentunya sering kali kita mendengar istilah Start...]]></description><content:encoded><![CDATA[<p><strong>SobatSekolah, Investor &#8211;</strong> Di era digital saat ini, tentunya sering kali kita mendengar istilah <em>Start Up</em>. Namun, masih banyak sekali orang belum mengetahui apa itu <em>Start Up</em>. Di era digital, pertumbuhan <em>Start Up</em> sudah semakin banyak dari waktu ke waktu.</p><p>Ada beberapa <a href="https://milenianews.com/2021/11/25/tips-membangun-startup-bagi-pemula/" target="_blank" rel="noopener"><em><strong>Start Up</strong></em></a> besar yang memang sudah diberikan dana oleh <em>investor</em> kelas kakap. Namun, tak sedikit juga <em>Start Up</em>&#8211;<em>Start Up</em> baru yang berjuang untuk mencari <em>investor</em>, demi berjalannya program-program yang dikerjakan.</p><p><strong>Baca Juga : <a href="https://sobatsekolah.com/pendidikan/5-fase-start-up-menjadi-unicorn/">Inilah 5 Fase Start Up Menjadi Unicorn</a></strong></p><h2>Cara Menarik Perhatian <em>Investor</em> Agar Mau Mendanai <em>Start Up</em></h2><p>Berikut ini beberapa cara untuk menarik perhatian <em>investor</em> agar mau mendanai <em>Start Up</em> kamu:</p><h3>1. Membuat Profil di <em>AngelList</em></h3><p>Cara membuat profil <em>Start Up</em>, menjadi salah satu langkah awal yang dapat dilakukan, mulai dari informasi detail tentang perusahaan, produk atau layanan yang ditawarkan, dan anggota tim.</p><p>Saat kamu sudah mengisinya, hal tersebut akan memudahkan investor untuk mengetahui informasi-informasi terkait <em>Start Up</em> kamu.</p><p>Pastikan isi informasinya dengan detail dan menarik, supaya ada investor yang tergiur untuk memberikan dana kepadamu.</p><h3>2. Membangun Network (relasi)</h3><p>Dengan membangun network (relasi) kamu bisa masuk ke dalam komunitas <em>Start Up</em> lokal ataupun minta rekomendasi kepada temanmu yang pernah didanai oleh investor.</p><p>Dengan begitu, kamu bisa bertanya-tanya kepada mereka soal investor yang cocok untuk <em>Start Up</em> kamu dan bagaimana caranya presentasi di depan investor nanti. Jadi, manfaatkan dan pertahankan network-mu dengan baik.</p><h3>3. Menghadiri <em>Event</em></h3><p>Cara lain mencari investor untuk <em>Start Up</em> adalah dengan menghadiri sebuah <em>event</em> teknologi yang ada. Sebagai contoh, biasanya di Jakarta terdapat acara<em> Tech In Asia Conference</em> yang dihadiri oleh ribuan peserta.</p><p>Lingkup peserta itu terdiri dari berbagai kalangan mulai dari penggiat teknologi, <em>Start Up</em>, <em>Investor</em>, dan sebagainya.</p><h3>4. Manfaatkan Media Sosial</h3><p>Saat ini, media sosial memang menjadi alat dalam melakukan segala hal, termasuk bagi <em>Start Up</em> ataupun <em>entrepreneur</em> untuk mencari <em>investor</em> ataupun melakukan<em> branding</em>. Kamu bisa mencari media sosial<em> venture capita</em>l yang ada di Indonesia dan mencari-cari informasi bagaimana caranya bisa mendapatkan investasi dari perusahaan tersebut.</p><h3>5. Mengikuti Program Inkubator <em>Start Up</em></h3><p>Program inkubator atau akselerator merupakan salah satu cara untuk dapat membantu pertumbuhan <em>Start Up</em> dan mendapatkan<em> investor</em>.</p><p>Program inkubator ini dibangun oleh para investor atau pemerintah tujuannya agar mempercepat pertumbuhan bisnis <em>Start Up</em> yang sudah mereka berikan dana.</p><p>Baca Juga : <a href="https://sobatsekolah.com/pendidikan/start-up-butuh-inkubator-bisnis/">Start-up Butuh Inkubator Bisnis</a></p><h3>6. <em>Bootstrapping</em></h3><p>Bootstrapping merupakan jalur atau strategi pengembangan usaha dimana pendiri (<em>founder</em>) atau pemilik (<em>owner</em>) usaha, memilih untuk mengandalkan kekuatan internal.</p><p>Cara Bootstrapping dapat juga diartikan merogoh kocek pribadi, baik antara sesama pendiri, maupun dana dari keluarga. Ada 2 alasan yang melatarbelakanginya yaitu karena tuntutan keadaan dan idealisme.</p><p>Idealisme maksudnya yaitu setiap <em>Start Up</em> memiliki nilai sendiri yang dipertahankan untuk menunjang visi bisnisnya. Kehadiran<em> investor</em>, yang membawa dana besar selain menguntungkan, juga akan memiliki kendali yang besar terhadap start up tersebut.</p><h3>7. Pinjaman<em> Peer-to-Peer Lending</em></h3><p><em>Peer to peer lending</em> (P2P <em>Lending</em>) adalah sebuah <em>fintech</em> yang memberikan pinjaman dana yang dapat diakses secara <em>online</em>, termasuk juga oleh para <em>founder Start Up</em>.</p><p>Prosesnya pun terbilang cukup mudah, karena tidak memakan waktu yang lama. Terdapat dua pendekatan dalam konsep <em>peer to peer lending,</em> yaitu sebagai peminjam atau pemberi pinjaman (Pendana).</p><p>Sebagai apapun kamu dalam hal <em>Peer to Peer lending</em>, kedua peran ini akan memberikan manfaat tersendiri dalam hal finansial.</p><p>Bagi para founder, kamu bisa mencoba alternatif ini. Namun, pastikan <em>platform</em>nya sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perhatikan tanggal jatuh tempo beserta bunganya.</p><h3>8. Kompetisi</h3><p>Saat ini, sudah banyak kompetisi <em>Start Up</em>, baik dalam taraf nasional hingga internasional yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta.</p><p>Kompetisi <em>Start Up</em> akhir–akhir ini menjadi trend dikalangan industri <em>Start Up</em>. Banyak sekali jenis–jenis kompetisi start up yang bermunculan, antara lain seperti <em>Hackhathon</em>, <em>Ideas Competition</em> hingga <em>Pitching Competition</em>.</p><p>Banyaknya <em>event</em> tentang kompetisi <em>Start Up</em>, menandakan bahwa memang sedang banyak bermunculan <em>Start Up</em> baru yang mayoritas didirikan oleh anak–anak muda.</p><p>Kompetisi pun menjanjikan beragam hadiah besar untuk pemenangnya. Dengan memenangkan kompetisi, para founder dapat memanfaatkan hadiahnya sebagai modal untuk mengembangkan <em>Start Up</em>-nya.</p><h3>9. <em>Angel Investor</em></h3><p><em>Angel investor</em> adalah individu yang memiliki kekayaan cukup banyak, hingga bersedia untuk menyediakan dana untuk suatu <em>Start Up</em>. Sebagai imbalannya, <em>Start Up</em> akan memberikan saham untuk <em>angel</em> <em>investor</em> tersebut.</p><p>Dana yang disediakan ini dapat berupa suntikkan dana investasi satu kali untuk membantu <em>Start Up</em> memulai dan melanjutkan bisnisnya.</p><h3>10. <em>Venture Capital</em></h3><p><em>Venture capital (VC)</em> atau yang biasa disebut dengan modal ventura, merupakan jenis pembiayaan untuk start up dan disediakan oleh para <em>investor</em>.</p><p>Saat ini, semakin berkembangnya trend start up baru di kalangan milenial, membuat banyak kampus menghadirkan wadah pengembangan bagi mahasiswanya, yang ingin memulai start up mereka.</p><p>Salah satu kampus yang memiliki wadah pengelolaan start up bagi mahasiswanya adalah <a href="http://bsi.ac.id" target="_blank" rel="noopener"><strong>Universitas BSI (Bina Sarana Informatika)</strong></a><strong>,</strong> yakni BSI Start up Center (BSC).</p><p>Mahmud Syarif selaku ketua BSC menjelaskan, untuk mendorong lahirnya para start up dari kampus, melalui BSI Startup Center, kampus Universitas BSI mendorong para mahasiswanya agar merintis dan mengembangkan start up mereka.</p><p>“Untuk pemula yang ingin mempunyai start up, bisa gabung ke Incubator Center Universitas Bina Sarana Informatika (IC UBSI). Di Recruitment Tenant, nanti para pemula akan diberikan pelatihan workshop, pitching dengan <em>investor</em> yang nantinya akan dipertemukan dengan angel <em>investor</em>,” ucap Mahmud Syarif.</p><p>Bagi kami, yang ingin bergabung bersama Universitas BSI, saat ini sudah menerima penerimaan gelombang baru (PMB). Di Universitas BSI, pendaftarannya bisa memilih dari 2 cara yang dihadirkan.</p><p>Pertama dengan mengunduh aplikasi PMB-UBSI di playstore atau malalui laman<strong><a href="http://bsi.pmbonline.ac.id" target="_blank" rel="noopener"> bsi.pmbonline.ac.id</a></strong>. Selain itu, biaya kuliah di Universitas BSI terjangkau, dan bisa dengan cicilan, melalui aplikasi Danacita.</p>]]></content:encoded><wfw:commentRss>https://sobatsekolah.com/pendidikan/cara-dapat-pendanaan-dari-investor/feed/</wfw:commentRss><slash:comments>0</slash:comments></item><item><title>Ingin Memulai Start-up? Ayo Kenali 8 Faktor Penyebab Kegagalannya Terlebih Dulu!</title><link>https://sobatsekolah.com/pendidikan/faktor-kegagalan-memulai-start-up/</link><comments>https://sobatsekolah.com/pendidikan/faktor-kegagalan-memulai-start-up/#respond</comments><dc:creator><![CDATA[Muhammad Rifqi Firdaus]]></dc:creator><pubDate>Mon, 15 Nov 2021 04:18:11 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><category><![CDATA[Start-Up]]></category><guid isPermaLink="false">https://sobatsekolah.com/?p=4972</guid><description><![CDATA[8 Faktor Kegagalan Dalam Memulai Start-Up &#8211; Sebagai pebisnis muda yang memiliki potensi yang kuat...]]></description><content:encoded><![CDATA[<p><strong>8 Faktor Kegagalan Dalam Memulai Start-Up &#8211; </strong>Sebagai pebisnis muda yang memiliki potensi yang kuat dalam membangun perkembangan ekonomi, baik untuk individual maupun negara, pasti akan berpikir   membangun sebuah usaha atau bisnis. Namun dalam membangun <em>start-up</em> tidak semudah yang dibayangkan.</p><p>Berdasarkan penuturan Alwa Rerizia sebagai owner Borneo <em>Talent School</em>, yakni alumni <a href="http://bsi.ac.id" target="_blank" rel="noopener">Universitas BSI (Bina Sarana Informatika)</a> melalui lembaga BSI Startup Center (BSC) yang memiliki pengalaman luas dalam bidang wirausaha, menyampaikan banyak mengalami kendala dalam memulai bisnis <em>start up</em> nya yang disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:</p><p><strong>Baca Juga : <a href="https://sobatsekolah.com/pendidikan/tips-membangun-startup/">Ingin Membangun Startup? Yuk, Kenali Peluang dan 5 Tipsnya Lebih Jauh</a></strong></p><h2>8 Faktor Penyebab Kegagalan Dalam Memulai Start-Up</h2><h3>1. Ide Monoton</h3><p>Ide menjadi poin terpenting dalam pengambilan keputusan yang berdampak signifikan terhadap manajemen perusahaan salah satunya saat memulai <em>start-up</em>. Ide yang terlalu monoton, tidak kompetitif dan membutuhkan motivasi yang kuat untuk menghasilkan ide yang unik atau berbeda dengan ide orang lain.</p><h3>2. Konsep Bisnis Kurang Kuat</h3><p>Anda perlu memiliki konsep yang kuat dalam membangun bisnis karena kriteria membangun bisnis adalah konsep yang digunakan harus kuat. Dalam berbisnis, biasanya dilihat cara penyampaian produk serta pelayanan terhadap pelanggan.</p><h3>3. Kurang Nilai Jual</h3><p>Rendahnya nilai jual suatu produk didasarkan pada kenyataan bahwa daya tarik produk tidak menghasilkan kualitas yang tinggi, kinerja yang buruk, desain yang tidak menarik, dan harga jual yang terlalu tinggi.</p><p><strong>Baca Juga : <a href="https://sobatsekolah.com/berita/webinar-start-up-univ-nusa-mandiri/">Ingin Membangun Start Up? Yuk, Maba Universitas Nusa Mandiri Ikuti Webinar Sinergi</a></strong></p><h3>4. Proyeksi Bisnis</h3><p>Bisnis 5–10 tahun yang kurang <em>sustainable</em> menandakan bisnis yang dibangun adalah bisnis musiman atau tidak memiliki ide untuk jangka Panjang. Dalam membangun bisnis harus mempertimbangkan jangka Panjang.</p><h3>5. Target Market yang Terlalu Umum</h3><p><em>Hot market</em>, uang market dan <em>full market</em>. Dalam berbisnis harus mengenal tiga market tersebut dikarenakan tidak semua bisnis memiliki <em>marketable</em> yang umum saat akan memulai <em>start-up</em>.</p><h3>6. Kurang Solutif Dengan Masalah</h3><p>Bisnis yang dibangun harus sesuai dengan solusi yang akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki kendala terkini.</p><h3>7. Nama Brand Kurang Unik</h3><p>Brand harus unik jikan ingin memulai<em> start-up</em>, jangan terlalu umum digunakan agar mudah diingat oleh konsumen.</p><h3>8. Bisnis <em>By Accident No By Design</em></h3><p>Usaha yang dibangun berdasarkan kondisi tertentu untuk bertahan hidup. Seharusnya harus fokus terhadap masalah yang ditangani serta percaya diri dalam menyampaikan perkembangan bisnis, jika akan ditanyakan oleh <em>coaching</em>.</p>]]></content:encoded><wfw:commentRss>https://sobatsekolah.com/pendidikan/faktor-kegagalan-memulai-start-up/feed/</wfw:commentRss><slash:comments>0</slash:comments></item></channel></rss>