Makanan yang Tidak Direkomendasikan Saat Sarapan

Makanan yang Tidak Direkomendasikan Saat Sarapan

Makanan yang Tidak Direkomendasikan Saat Sarapan – Hai Sobat Sekolah! Sudah sarapan pagi ini? Pastikan awali pagi ini dengan menu sarapan kaya nutrisi ya sobat. Ingat, pagi hari utamakan sarapan, bukan harapan. Hehe.

Menu sarapan yang baik, menentukan tingkat produktifitas kita selama satu hari kedepan. Oleh karena itu, selain harus mengetahui makanan apa saja yang baik dikonsumsi saat sarapan, kita juga harus mengetahui makanan yang sebaiknya dihindari saat sarapan. Dilansir dari Suara.com, berikut ini daftar makanan yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumi saat sarapan pagi:

  • Roti-roti Manis

Makanan berjenis roti-roti manis seperti donat, biscuit, bagelen, muffin, croissant dan sejenisnya sebaiknya tidak kita jadikan sebagai menu utama saat sarapan. Makanan jenis ini memiliki banyak kandungan gula serta lemak. Rasa manis dari gula menimbulkan rasa kenyang lebih cepat, akan tetapi membuat kita kembali merasa lapar sebelum waktu makan siang tiba.

Selain itu, terlalu banyak kandungan gula dan lemak menjadikan makanan tersebut tinggi akan kalori tetapi minim akan kualitas gizi. Dengan begitu, makanan jenis pastry ini lebih baik disajikan sebagai cemilan saja.

Orange Juice

  • Jus Manis

Banyak beragam jus buah dalam kemasan mengklaim sebagai produk tanpa gula yang baik dikonsumsi saat sarapan. Akan tetapi pasti produk tersebut memiliki kandungan lain sebagai pemanis seperti gula fruktosa, pewarna bahkan pengawet.

Sebagai pendamping sarapan, menu buah yang baik adalah yang tinggi kandungan seratnya seperti apel. Buah tersebut juga dapat diolah menjadi jus, dengan syarat memperhatikan komposisi gula yang ditambahkan. Jus buah yang diolah sendiri pasti akan lebih sehat serta terjaga kandungan nutrisinya.

  • Sereal Rendah Serat

Beberapa iklan produk sereal menonjolkan kandungan gandum utuh di dalam iklannya. Sebagai konsumen yang bijak, sebaiknya kita melihat sendiri kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Sebagian besar sereal yang beredar di pasaran nyatanya rendah akan kandungan serat. Terutama sereal untuk anak yang memiliki berbagai warna dan bentuk. Perhatikan pula campuran susu yang digunakan, jangan gunakan susu kental manis ya sobat.

  • Daging Olahan

Mengkonsumsi daging olahan sebagai menu sarapan dapat meningkatkan resiko obesitas. Hal ini dikarenakan dalam setiap daging olahan mengandung banyak lemak jenuh. Jenis daging olahan seperti sosis, nugget dan ham sebaiknya tidak dijadikan menu utama ketika sarapan. Untuk dijadikan menu pendamping pun disarankan tidak terlalu sering digunakan.

  • Karbohidrat berlebih

Di Indonesia, seringkali kita menemui menu sarapan dengan kandungan karbohidrat berlebih. Seperti Nasi Uduk, Bihun dan Gorengan, bahkan ada juga yang ditambahkan lagi sambal goreng kentang. Coba kita cek lagi, nasi uduk sendiri sudah tinggi kadungan karbohidrat, ditambah bihun yang juga berasal dari beras. Terakhir ditambah dengan gorengan yang tinggi akan lemak. Tentunya sarapan jenis ini memiliki kandungan gizi yang tidak seimbang.

Jika memang sudah terbiasa sarapan dengan nasi uduk, lebih baik untuk dikombinasikan dengan lauk pauk yang kaya protein dan sayur mayur, jangan lupa tambahkan pula buah-buahan.

Mulai saat ini, coba perhatikan kembali menu sarapan kita masing-masing. Jangan hanya mengutamakan rasa kenyang saja pada saat sarapan tanpa memperhatikan kandungan gizi di dalamnya. Jadi, sarapan sama siapa pagi tadi? Eh, maksudnya sama apa?

(Baca Juga : Tren Bersepeda di Kalangan Milenial)

Juli 25, 2020

Penulis: Muhammad Abdul Gani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *