Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kewirausahaan. Pada sesi pertama, mahasiswa mendapatkan materi dari Ade Surya Saputra, CEO PT Quanta Teknik Gemilang. Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan Natasha Olivia Aliza, J.D., S.H., C.MED., CTT, selaku Ketua Perhimpunan Perempuan Lintas Jakarta Utara.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa membangun bisnis tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga keberanian mengambil peluang, kreativitas, kemampuan melihat kebutuhan pasar, serta konsistensi dalam mengembangkan usaha. Selain itu, seminar ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses membangun bisnis sejak masih berada di bangku perkuliahan.
Baca juga: Bukan Teori Biasa! 7 Tips Bisnis Ampuh NSC untuk Mahasiswa Calon Entrepreneur Hebat
Mahasiswa Diajak Memahami Peluang dan Tantangan dalam Berwirausaha
Dalam pemaparan materi, Ade Surya Saputra membahas pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan dan keberanian memulai usaha. Mahasiswa diajak untuk tidak selalu menunggu kondisi sempurna sebelum menjalankan ide bisnis. Sebab, sebuah usaha dapat dimulai dari langkah sederhana dengan memanfaatkan kemampuan, sumber daya, dan peluang yang tersedia.
Selain itu, calon pengusaha perlu memahami kebutuhan konsumen sebelum menawarkan produk atau jasa. Dengan mengenali target pasar, pelaku usaha dapat menentukan strategi pemasaran, harga, serta keunggulan produk yang ingin ditonjolkan.
Sementara itu, pada sesi kedua, Natasha Olivia Aliza membahas pentingnya membangun kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan peluang usaha. Ia juga mendorong mahasiswa agar berani mencoba serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dalam menjalankan bisnis.
Kedua sesi tersebut memberikan sudut pandang kepada mahasiswa bahwa kewirausahaan bukan sekadar aktivitas berjualan. Lebih dari itu, bisnis membutuhkan perencanaan, strategi, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar dari pengalaman.
Mahasiswa Aktif Berdiskusi Seputar Pengembangan Bisnis
Antusiasme peserta juga terlihat melalui sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa menyampaikan pertanyaan seputar cara memulai usaha, keterbatasan modal, strategi branding, hingga motivasi dalam membangun bisnis.
Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Kurnia Dafa dari BSI Kramat. Ia menanyakan bagaimana cara memulai bisnis dengan modal terbatas, tetapi tetap mengharapkan keuntungan dalam waktu singkat. Selain itu, ia juga ingin mengetahui strategi agar bisnis lebih dikenal masyarakat dan memiliki branding yang kuat.
Baca juga: 3 Tools AI yang Bisa Bikin Mahasiswa Manajemen Semakin Kritis dalam Menganalisa Bisnis
Menanggapi pertanyaan tersebut, pemateri menjelaskan bahwa pelaku usaha perlu memulai bisnis sesuai kemampuan modal yang dimiliki. Pengusaha pemula dapat mencoba sistem pre-order, menjual produk dalam jumlah kecil, atau memanfaatkan pemasaran digital untuk menekan biaya operasional. Namun, keuntungan tidak selalu bisa diperoleh dalam beberapa hari karena bisnis membutuhkan proses untuk mengenalkan produk dan membangun kepercayaan konsumen.
Untuk memperkuat branding, pelaku usaha perlu menentukan identitas produk, memahami target pasar, menjaga kualitas, serta aktif memanfaatkan media sosial. Konsistensi dalam menyampaikan informasi dan memberikan pelayanan yang baik juga dapat membantu bisnis lebih mudah dikenal.

Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Najwa, yang ingin mengetahui apakah seseorang sebaiknya memulai bisnis dengan mengikuti tren atau mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Dalam menjawab pertanyaan tersebut, pemateri menjelaskan bahwa keduanya dapat menjadi peluang. Tren bisa membantu pelaku usaha menemukan kebutuhan pasar yang sedang berkembang. Namun, kemampuan dan minat pribadi juga penting agar seseorang dapat menjalankan bisnis dengan lebih konsisten. Karena itu, pilihan terbaik adalah mencari titik temu antara sesuatu yang disukai, kemampuan yang dimiliki, dan kebutuhan konsumen.
Selanjutnya, Setiawan dari UBSI Kramat mengajukan pertanyaan mengenai hal yang memotivasi pemateri untuk memulai bisnis.
Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa motivasi membangun usaha dapat berasal dari keinginan untuk mandiri, mengembangkan potensi diri, menciptakan peluang, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Selain itu, pengalaman menghadapi tantangan dan keinginan untuk terus berkembang juga dapat menjadi dorongan dalam mempertahankan sebuah usaha.
Baca juga: Kampus dengan Kerja Sama Industri: Kunci Sukses Mahasiswa Siap Menghadapi Dunia Kerja
Diskusi tersebut memberikan gambaran bahwa setiap pengusaha memiliki alasan dan perjalanan yang berbeda. Namun, keberanian untuk memulai, kemauan belajar, serta konsistensi menjadi bagian penting dalam proses membangun bisnis.
Bangun Mentalitas Wirausaha Sejak Bangku Kuliah
Melalui Seminar Wajib Entrepreneur ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan mengenai dunia kewirausahaan sekaligus mulai melihat peluang usaha di lingkungan sekitarnya. Pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan para narasumber dapat menjadi bekal untuk mengembangkan ide bisnis, menyusun strategi pemasaran, serta menghadapi berbagai tantangan usaha.
Di era digital, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana mengembangkan bisnis. Media sosial, platform perdagangan elektronik, dan berbagai aplikasi digital dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kerja sama, dan keterampilan digital. Berbagai kemampuan tersebut dapat mendukung proses membangun usaha sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, dan memiliki pola pikir inovatif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha dan menjadi wirausahawan di masa depan.
Baca juga: Inovasi dan Kreasi: BSI Entrepreneur Center (BEC) Sebagai Pilar Utama Kewirausahaan UBSI







