Memulai Start-Up

Ingin Memulai Start-up? Ayo Kenali 8 Faktor Penyebab Kegagalannya Terlebih Dulu!

8 Faktor Kegagalan Dalam Memulai Start-Up – Sebagai pebisnis muda yang memiliki potensi yang kuat dalam membangun perkembangan ekonomi, baik untuk individual maupun negara, pasti akan berpikir   membangun sebuah usaha atau bisnis. Namun dalam membangun start-up tidak semudah yang dibayangkan.

Berdasarkan penuturan Alwa Rerizia sebagai owner Borneo Talent School, yakni alumni Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melalui lembaga BSI Startup Center (BSC) yang memiliki pengalaman luas dalam bidang wirausaha, menyampaikan banyak mengalami kendala dalam memulai bisnis start up nya yang disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

Baca Juga : Ingin Membangun Startup? Yuk, Kenali Peluang dan 5 Tipsnya Lebih Jauh

8 Faktor Penyebab Kegagalan Dalam Memulai Start-Up

1. Ide Monoton

Ide menjadi poin terpenting dalam pengambilan keputusan yang berdampak signifikan terhadap manajemen perusahaan salah satunya saat memulai start-up. Ide yang terlalu monoton, tidak kompetitif dan membutuhkan motivasi yang kuat untuk menghasilkan ide yang unik atau berbeda dengan ide orang lain.

2. Konsep Bisnis Kurang Kuat

Anda perlu memiliki konsep yang kuat dalam membangun bisnis karena kriteria membangun bisnis adalah konsep yang digunakan harus kuat. Dalam berbisnis, biasanya dilihat cara penyampaian produk serta pelayanan terhadap pelanggan.

3. Kurang Nilai Jual

Rendahnya nilai jual suatu produk didasarkan pada kenyataan bahwa daya tarik produk tidak menghasilkan kualitas yang tinggi, kinerja yang buruk, desain yang tidak menarik, dan harga jual yang terlalu tinggi.

Baca Juga : Ingin Membangun Start Up? Yuk, Maba Universitas Nusa Mandiri Ikuti Webinar Sinergi

4. Proyeksi Bisnis

Bisnis 5–10 tahun yang kurang sustainable menandakan bisnis yang dibangun adalah bisnis musiman atau tidak memiliki ide untuk jangka Panjang. Dalam membangun bisnis harus mempertimbangkan jangka Panjang.

5. Target Market yang Terlalu Umum

Hot market, uang market dan full market. Dalam berbisnis harus mengenal tiga market tersebut dikarenakan tidak semua bisnis memiliki marketable yang umum saat akan memulai start-up.

6. Kurang Solutif Dengan Masalah

Bisnis yang dibangun harus sesuai dengan solusi yang akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki kendala terkini.

7. Nama Brand Kurang Unik

Brand harus unik jikan ingin memulai start-up, jangan terlalu umum digunakan agar mudah diingat oleh konsumen.

8. Bisnis By Accident No By Design

Usaha yang dibangun berdasarkan kondisi tertentu untuk bertahan hidup. Seharusnya harus fokus terhadap masalah yang ditangani serta percaya diri dalam menyampaikan perkembangan bisnis, jika akan ditanyakan oleh coaching.

15 November 2021

Penulis: Eka Herdit Juningsih

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 🌻🌈

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *