<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Ahmad Fauzi</title><atom:link href="https://sobatsekolah.com/author/fauzi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://sobatsekolah.com</link><description>Temukan informasi seputar pendidikan, teknologi, komputer, hiburan, tips dan trik terlengkap hanya di SobatSekolah.com</description><lastBuildDate>Sun, 03 May 2020 08:35:42 +0000</lastBuildDate><language>id</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><image><url>https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/favicon-logo-sobatsekolah-150x150.png</url><title>Ahmad Fauzi</title><link>https://sobatsekolah.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>3 Fakta Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional</title><link>https://sobatsekolah.com/pendidikan/3-fakta-ki-hajar-dewantara-bapak-pendidikan-nasional/</link><comments>https://sobatsekolah.com/pendidikan/3-fakta-ki-hajar-dewantara-bapak-pendidikan-nasional/#respond</comments><dc:creator><![CDATA[Ahmad Fauzi]]></dc:creator><pubDate>Sun, 03 May 2020 08:35:42 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><category><![CDATA[3 fakta ki hajar dewantara]]></category><category><![CDATA[hari pendidilkan]]></category><category><![CDATA[ki hajar dewantara]]></category><guid isPermaLink="false">https://sobatsekolah.com/?p=540</guid><description><![CDATA[3 Fakta Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional &#8211; Pada tanggal 2 mei yang bertepatan...]]></description><content:encoded><![CDATA[<p><strong>3 Fakta Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional</strong> &#8211; Pada tanggal 2 mei yang bertepatan dengan lahirnya pelopor pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hadjar Dewantara yang lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Bangsa Indonesia menetapkan tanggal 2 mei sebagai hari <a href="https://bintangsekolahindonesia.com/beasiswa/beasiswa-kuliah-ubsi-tahun-2020/" target="_blank" rel="noopener">Pendidikan</a> Nasional atau disebut juga dengan Hardiknas.</p><p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-568 size-full" src="https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/05/3-Fakta-Ki-Hajar-Dewantara-Bapak-Pendidikan-Nasional.png" alt="sumber; Twitter" width="730" height="411" srcset="https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/05/3-Fakta-Ki-Hajar-Dewantara-Bapak-Pendidikan-Nasional.png 730w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/05/3-Fakta-Ki-Hajar-Dewantara-Bapak-Pendidikan-Nasional-300x169.png 300w" sizes="(max-width: 730px) 100vw, 730px" /></p><h3>3 Fakta Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional</h3><h5><strong>Ki Hajar Dewantara berprofesi sebagai wartawan</strong></h5><p>Ki Hajar Dewantara tidak pernah lelah memperjuangkan pendidikan agar bisa setara, antara pribumi Indonesia dan penduduk kolonial Belanda di masa penjajahan kala itu. Baca juga,<a href="https://sobatsekolah.com/tokoh/raden-ajeng-kartini-pahlawan-emansipasi/"><strong> Raden Ajeng Kartini Pahlawan Emansipasi</strong></a></p><p>Pada masa penjajahan Belanda, Ki Hajar Dewantara tidak pernah takut dalam  menentang kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Di mana pada saat itu anak yang berhak bersekolah hanyalah anak-anak kelahiran Belanda yang bisa mengenyam bangku pendidikan.</p><p>Sebagai wartawan di beberapa surat kabar seperti Utusan Hindia, De Expres dan Kaum Muda. Ia tak kenal rasa bosan dan ciut nyali dalam mengkritik kebijakan yang dilakukan oleh  pemerintah colonial terutama di bidang pendidikan. Karna itulah ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.</p><p>Ketiga tokoh inilah yang kemudian sering dikenal sebagai “Tiga Serangkai”. Bukannya membuat redup semangatnya, setelah kembali ke Indonesia semangat Ki Hadjar semakin bersemangat dalam membangun pendidikan Indonesia, terbukti dengan keberhasilannya mendirikan lembaga pendidikan National Onderwijs Instituut Taman siswa atau Perguruan Nasional Taman siswa.</p><h5><strong>Makna penting pendidikan dalam menurut Ki Hajar Dewantara</strong></h5><p>Dalam acara peringatan Taman Siswa ke-30, Ki Hajar Dewantara menyampaikan , “Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu ‘dipelopori’, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri&#8221;.</p><p>Maksudnya dari perkataan beliau ialah  sebuah proses pendidikan biarkanlah  anak-anak bangsa ini berpikir sendiri, dengan begitu mereka memiliki ide yang orisinil dalam berpikir maupun bertindak di masa depan.</p><p>Pendidikan juga dapat dinilai berhasil jika anak bangsa bisa mengenali tantangan apa yang ada di depan mereka, kemudian dapat berpikir dan berbuat untuk menyelesaikan suatu tantangan tersebut untuk mencapai sebuah hasil yang baik.</p><h5><strong>Tiga semboyan Ki Hajar Dewantara</strong></h5><p>Ki Hajar Dewantara memiliki 3 semboyan yang selalu ia terapkan dalam sistem pendidikan yang dibuatnya. Semboyan itu dituliskan di dalam bahasa Jawa yang  berbunyi <em style="font-weight: inherit;">ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani.</em></p><p>Dari tiga semboyan itu juga mempunyai arti dari yang  pertama,<em style="font-weight: inherit;"> Ing Ngarso Sung Tulodo</em> yang mempunyai arti di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik kepada anak didiknya.</p><p>Kedua, <em style="font-weight: inherit;">Ing Madyo Mangun Karso</em> artinya di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide yang nantinya bisa dikembangkan lebih jauh.</p><p>Ketiga, <em style="font-weight: inherit;">Tut Wuri Handayani</em> yang berarti dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan kepada anak didiknya untuk menjadi seorang yang lebih baik dan berilmu.</p><p>Semua itulah yang menjadikan Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan Indonesia pertama setelah kemerdekaan Indonesia.  Itulah tiga fakta menarik sosok Ki Hajar Dewantara, sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.patut kita hargai perjuangan beliau dan marilah kita jaga baik pendidikan Indonesia.  Selamat Hari Pendidikan Nasional!</p><p>&nbsp;</p>]]></content:encoded><wfw:commentRss>https://sobatsekolah.com/pendidikan/3-fakta-ki-hajar-dewantara-bapak-pendidikan-nasional/feed/</wfw:commentRss><slash:comments>0</slash:comments></item><item><title>Raden Ajeng Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita</title><link>https://sobatsekolah.com/tokoh/raden-ajeng-kartini-pahlawan-emansipasi/</link><comments>https://sobatsekolah.com/tokoh/raden-ajeng-kartini-pahlawan-emansipasi/#comments</comments><dc:creator><![CDATA[Ahmad Fauzi]]></dc:creator><pubDate>Tue, 21 Apr 2020 11:39:59 +0000</pubDate><category><![CDATA[Tokoh]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><category><![CDATA[emansipasi wanita]]></category><category><![CDATA[kartini]]></category><category><![CDATA[ra kartini]]></category><category><![CDATA[raden ajeng kartini]]></category><guid isPermaLink="false">https://sobatsekolah.com/?p=318</guid><description><![CDATA[Raden Ajeng Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita &#8211; Tokoh pahlawan nasional satu ini sangat terkenal di...]]></description><content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Raden Ajeng Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita &#8211; Tokoh pahlawan nasional satu ini sangat terkenal di Indonesia. Seorang wanita yang menjadi panutan bagi para wanita diera sekarang ini. Dialah <strong>Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat</strong> atau yang sering dikenal dengan sebutan <strong>R.A Kartini</strong>, beliau dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal dengan kegigihannya  memperjuangkan emansipasi wanita indonesia .</p><h2>Biografi Raden Ajeng Kartini</h2><p style="text-align: justify;">R.A Kartini lahir di Jepara, 17 April 1879 Jawa Tengah. <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini" target="_blank" rel="noopener">Kartini</a> wafat di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Rembang" target="_blank" rel="noopener">Rembang</a>, Jawa Tengah, 17 September 1904. Hari kelahirannya itu kemudian diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa RA Kartini pada bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Kartini menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat dan mempunyai anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat. Gelar Raden Ajeng dipergunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika ia sudah menikah maka gelar kebangsawanannya menjadi  R.A (Raden Ayu) menurut tradisi Jawa. Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, salah satu putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, beliau adalah seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara kalau itu, yang merupakan kakek dari R.A Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Ibunda R.A kartini yang bernama <strong>M.A. Ngasirah</strong>, beliau ini merupakan anak dari seorang kiai atau ulama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut sejarah, R. A Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan ada pula yang mengatakan bahwa ayahnya mempunyai garis keturunan yang berasal dari kerajaan Majapahit.</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://sobatsekolah.com/tokoh/kartini-pahlawan-emansipasi-wanita/">R.A Kartini</a>  memiliki saudara yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari saudara kandung dan saudara tiri. Kartini sendiri merupakan anak kelima dan anak perempuan tertua dari 11 bersaudara. Sebagai seorang bangsawan, ia juga berhak memperoleh pendidikan. Oleh karena itu,ayahnya menyekolahkan Kartini kecil di ELS (Europese Lagere School). Di ELS Kartini kemudian belajar Bahasa Belanda dan bersekolah disana hingga  berusia 12 tahun sebab ketika itu menurut kebiasaan ketika itu, anak perempuan yang harus tinggal dirumah untuk ‘dipingit’.</p><figure id="attachment_343" aria-describedby="caption-attachment-343" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-343 size-full" src="https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/ra-kartini-april.jpg" alt="Raden Ajeng Kartini" width="1200" height="800" srcset="https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/ra-kartini-april.jpg 1200w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/ra-kartini-april-300x200.jpg 300w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/ra-kartini-april-1024x683.jpg 1024w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/ra-kartini-april-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-343" class="wp-caption-text">ilustrasi: freepik.com</figcaption></figure><h2 style="text-align: justify;">R.A Kartini Tentang Emansipasi Wanita</h2><p style="text-align: justify;">Meskipun berada <a href="https://sobatsekolah.com/tips/bosan-di-rumah-aja-lakukan-5-aktifitas-menyenangkan-ini/">di rumah</a>, R.A Kartini masih aktif dalam melakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda sebab beliau juga sangat fasih dalam berbahasa Belanda. Dari sinilah kemudian, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan-perempuan Eropa yang sering ia baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku. Hingga dikemudian hari ia mulai berpikir untuk berusaha ingin memajukan perempuan pribumi sebab dalam pikirannya kedudukan perempuan pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah pada kala itu.</p><p style="text-align: justify;">Ketertarikannya dalam membaca membuat beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas dalam bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan, R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita dilihat dari perbandingan antara wanita eropa dan wanita pribumi. Surat-surat yang kartini tulis lebih banyak berupa keluhan-keluhan mengenai kondisi wanita pribumi kalau itu, dimana ia melihat contoh kebudayaan jawa yang lebih banyak menghambat kemajuan dari perempuan pribumi ketika itu. Ia juga mengungkapkan  dalam tulisannya bahwasannya masih ada banyak kendala yang dihadapi perempuan pribumi khususnya di Jawa agar bisa lebih maju.</p><p style="text-align: justify;">Kartini menuliskan bahwa penderitaan perempuan di jawa seperti harus dipingit, tidak bebas dalam menuntut ilmu atau <a href="https://sobatsekolah.com/tips/9-tips-belajar-di-rumah-untuk-siswa-sma-smk/">belajar</a>, serta adanya peraturan adat yang  mengekang kebebasan para perempuan. Cita-cita luhur R.A Kartini adalah ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini. Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi olah Kartini, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat hingga saat ini. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang  makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme. Inilah yang menjadi keistimewaaan dari Seorang Raden Ayu Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 1903 pada saat R.A Kartini berusia sekitar 24 tahun, ia dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat adalah seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah memiliki tiga orang istri. Meskipun begitu, suami R.A Kartini yakni K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat memahami apa yang menjadi keinginan R.A KArtini sehingga ia kemudian diberi kebebasan untuk mendirikan sekolah untuk wanita pertama yang kemudian berdiri di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang sekarang lebih dikenal sebagai Gedung Pramuka.</p><p style="text-align: justify;">Berkat perjuangannya kemudian di tahun 1912, berdirilah Sekolah Wanita yang didirikan oleh Yayasan Kartini di Semarang yang kemudian meluas ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon serta daerah lainnya. Sekolah tersebut  diberi nama “Sekolah Kartini” untuk menghormati semua jasa-jasanya. Yayasan Kartini ini diolah keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis di era kolonial Belanda.</p><p style="text-align: justify;">Sekian mengenai biografi serta profil singkat R.A Kartini, semoga informasi ini  dapat bermanfaat bagi pembaca.</p>]]></content:encoded><wfw:commentRss>https://sobatsekolah.com/tokoh/raden-ajeng-kartini-pahlawan-emansipasi/feed/</wfw:commentRss><slash:comments>2</slash:comments></item></channel></rss>