<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>marketing</title><atom:link href="https://sobatsekolah.com/tag/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>https://sobatsekolah.com</link><description>Temukan informasi seputar pendidikan, teknologi, komputer, hiburan, tips dan trik terlengkap hanya di SobatSekolah.com</description><lastBuildDate>Fri, 19 Sep 2025 03:14:56 +0000</lastBuildDate><language>id</language><sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency><image><url>https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2020/04/favicon-logo-sobatsekolah-150x150.png</url><title>marketing</title><link>https://sobatsekolah.com</link><width>32</width><height>32</height></image> <item><title>Mau Kerja di Bank? Inilah 15 Jurusan Kuliah yang Paling Dicari</title><link>https://sobatsekolah.com/pendidikan/mau-kerja-di-bank-inilah-15-jurusan-kuliah-yang-paling-dicari/</link><comments>https://sobatsekolah.com/pendidikan/mau-kerja-di-bank-inilah-15-jurusan-kuliah-yang-paling-dicari/#respond</comments><dc:creator><![CDATA[Ana Ramadhayanti]]></dc:creator><pubDate>Fri, 19 Sep 2025 03:14:56 +0000</pubDate><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><category><![CDATA[Bank]]></category><category><![CDATA[Data Science]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><guid isPermaLink="false">https://sobatsekolah.com/?p=9341</guid><description><![CDATA[BSINews-Banyak anak muda bermimpi kerja di bank karena profesi ini identik dengan stabilitas, gaji yang...]]></description><content:encoded><![CDATA[<p data-start="440" data-end="668"><strong>BSINews-</strong>Banyak anak muda bermimpi kerja di bank karena profesi ini identik dengan stabilitas, gaji yang kompetitif, dan jenjang karier yang jelas. Tapi, pertanyaannya  jurusan kuliah apa sih yang paling cocok buat kerja di bank?</p><p data-start="440" data-end="668"><strong>Baca juga: </strong><a href="https://sobatsekolah.com/pendidikan/stop-galau-jurusan-ini-10-alasan-kenapa-jurusan-informatika-paling-masuk-akal/">Stop Galau Jurusan! Ini 10 Alasan Kenapa Jurusan Informatika Paling Masuk Akal</a></p><p data-start="670" data-end="1003">Kalau jawabannya hanya Akuntansi atau Ekonomi, itu belum sepenuhnya benar. Dunia perbankan sekarang sudah sangat luas, mulai dari teller, analis kredit, risk management, hingga divisi teknologi digital banking. Nah, biar kamu nggak bingung, berikut daftar 15 jurusan kuliah yang bisa kerja di bank dengan prospek cerah.</p><h2 data-start="1010" data-end="1035">1. Jurusan Akuntansi</h2><p data-start="1036" data-end="1267">Jurusan ini jadi “golden ticket” buat masuk bank. Lulusan akuntansi paham laporan keuangan, analisis transaksi, sampai regulasi akuntansi internasional. Posisi yang banyak dicari auditor, analis keuangan, <em>compliance officer.</em></p><h2 data-start="1269" data-end="1303">2. Jurusan Manajemen Keuangan</h2><p data-start="1304" data-end="1491">Kalau kamu suka mengatur keuangan dalam skala besar, jurusan ini cocok banget. Di bank, skill ini dipakai untuk mengatur portofolio investasi, manajemen risiko, hingga dana nasabah.</p><h2 data-start="1493" data-end="1528">3. Jurusan Ekonomi Pembangunan</h2><p data-start="1529" data-end="1678">Belajar soal ekonomi makro dan mikro bikin lulusan jurusan ini laris di bank. Mereka bisa jadi analis ekonomi, peneliti, atau perencana kredit.</p><h2 data-start="1680" data-end="1718">4. Jurusan Perbankan dan Keuangan</h2><p data-start="1719" data-end="1920">Beberapa kampus punya jurusan vokasi khusus ini. Kurikulumnya sudah disesuaikan dengan industri, jadi lulusannya siap kerja langsung di bagian operasional perbankan, kredit, atau digital banking.</p><h2 data-start="1922" data-end="1954">5. Jurusan Sistem Informasi</h2><p data-start="1955" data-end="2247">Di era digital, jurusan ini makin dicari. Misalnya di Cyber University yang terkenal sebagai <em data-start="2052" data-end="2095">The First Fintech University in Indonesia</em>, mahasiswa belajar soal pengelolaan data hingga digital banking. Prospek kerjanya IT <em>Business Analyst</em>, <em>Data Analyst</em>, <em>Digital Banking Specialist</em>.</p><h2 data-start="2249" data-end="2284">6. Jurusan Teknologi Informasi</h2><p data-start="2285" data-end="2436">Lebih teknis dibanding sistem informasi. Lulusannya bisa jadi <em>software engineer</em>, <em>database</em> administrator, atau pengembang aplikasi <em>mobile banking</em>.</p><h2 data-start="2438" data-end="2484">7. Jurusan Sistem dan Teknologi Informasi</h2><p data-start="2485" data-end="2664">Kombinasi sistem informasi dan TI ini bikin lulusannya multitalenta. Bank sangat butuh mereka di posisi<em> cyber security</em>, data <em>engineer</em>, dan pengembang solusi digital banking.</p><h2 data-start="2666" data-end="2687">8. Jurusan Hukum</h2><p data-start="2688" data-end="2852">Bank selalu berhubungan dengan kontrak, regulasi, dan penyelesaian sengketa. Lulusan hukum biasanya bekerja sebagai<em> legal officer </em>atau <em>compliance officer.</em></p><h2 data-start="2854" data-end="2903">9. Jurusan Ekonomi Islam / Perbankan Syariah</h2><p data-start="2904" data-end="3041">Pertumbuhan bank syariah bikin jurusan ini makin relevan. Kamu bisa berkarier di <strong data-start="2985" data-end="3038">b</strong>ank syariah, BPRS, atau divisi syariah bank umum.</p><h2 data-start="3043" data-end="3079">10. Jurusan Administrasi Bisnis</h2><p data-start="3080" data-end="3246">Skill manajerial dan pelayanan nasabah yang dipelajari di jurusan ini sangat dibutuhkan bank. Cocok buat posisi di layanan pelanggan atau manajemen operasional.</p><h2 data-start="3248" data-end="3288">11. Jurusan Matematika / Statistika</h2><p data-start="3289" data-end="3429">Jago analisis data? Bank butuh banget tenaga seperti ini. Prospeknya<strong data-start="3359" data-end="3426"> <em>r</em></strong><em><strong>i</strong>sk analyst</em>, data scientist, hingga pengembang produk keuangan.</p><h2 data-start="3431" data-end="3461">12. Jurusan Ilmu Komputer</h2><p data-start="3462" data-end="3623">Belajar soal AI, big data, dan keamanan siber bikin lulusan ilmu komputer sangat relevan. Mereka berkontribusi dalam pengembangan sistem perbankan digital.</p><h2 data-start="3625" data-end="3677">13. Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)</h2><p data-start="3678" data-end="3797">Bank besar punya ribuan karyawan. Jadi, butuh HR specialist untuk rekrutmen,<em> training</em>, dan pengembangan karyawan.</p><h2 data-start="3799" data-end="3838">14. Jurusan Komunikasi / <em>Marketing</em></h2><p data-start="3839" data-end="4012">Selain produk bagus, bank butuh strategi pemasaran yang efektif. Lulusan jurusan ini bisa jadi <em>marketing officer,</em> <em>public relations</em>, atau <em>customer relationship officer</em>.</p><h2 data-start="4014" data-end="4064">15. Jurusan <em>Data Science</em> (Tambahan <em>Tren</em> Baru)</h2><p data-start="4065" data-end="4261">Walau masih relatif baru, data science kini jadi salah satu jurusan yang sangat relevan dengan kebutuhan bank, terutama untuk analisis big data, prediksi risiko, dan inovasi digital banking.</p><h2 data-start="4268" data-end="4326">Kerja di Bank, Nggak Harus Akuntansi Saja</h2><p data-start="4327" data-end="4522">Sekarang kamu tahu kan, kalau jurusan kuliah yang bisa kerja di bank ternyata sangat beragam? Mulai dari akuntansi, hukum, teknologi informasi, hingga komunikasi, semua punya peluang besar.</p><p data-start="4524" data-end="4753">Buat kamu yang pengen ikut bagian dalam revolusi digital banking, pilih kampus yang memang mendukung perkembangan fintech. Salah satunya Cyber University yang punya program studi berfokus pada teknologi keuangan modern.</p><p data-start="4524" data-end="4753"><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://sobatsekolah.com/pendidikan/lima-jurusan-kuliah-yang-paling-santai-tapi-tetap-berkelas/">Lima Jurusan Kuliah yang Paling &amp;#8220;Santai&amp;#8221; Tapi Tetap Berkelas!</a></p><p data-start="4755" data-end="4888">Jadi, jangan ragu pilih jurusan sesuai <em>passion</em> dan minatmu. Kuliah jadi lebih fun, dan peluang kerja di bank pun terbuka lebar!</p>]]></content:encoded><wfw:commentRss>https://sobatsekolah.com/pendidikan/mau-kerja-di-bank-inilah-15-jurusan-kuliah-yang-paling-dicari/feed/</wfw:commentRss><slash:comments>0</slash:comments></item><item><title>Teori Strategi Branding, Rahasia Bisnis Sustainable</title><link>https://sobatsekolah.com/lifestyle/teori-strategi-branding/</link><comments>https://sobatsekolah.com/lifestyle/teori-strategi-branding/#respond</comments><dc:creator><![CDATA[Fabriyan Fandi Dwi Imaniawan]]></dc:creator><pubDate>Tue, 29 Mar 2022 23:07:29 +0000</pubDate><category><![CDATA[Lifestyle]]></category><category><![CDATA[branding]]></category><category><![CDATA[marketing]]></category><category><![CDATA[strategi branding]]></category><category><![CDATA[teori strategi branding]]></category><guid isPermaLink="false">https://sobatsekolah.com/?p=5677</guid><description><![CDATA[Teori Strategi Branding &#8211; Bicara soal bisnis, biasanya orang akan fokus pada cuan, cuan, dan...]]></description><content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><strong>Teori Strategi Branding</strong></em> &#8211; Bicara soal bisnis, biasanya orang akan fokus pada cuan, cuan, dan cuan yang didapat. Meski sebenarnya hal tersebut tidak salah, karena memang itulah tujuan utama dibangunnya bisnis.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bisnis yang berkelanjutan tidak hanya dapat diukur berdasarkan penjualan saja, tetapi juga memikirkan soal branding. Dengan branding yang matang, bisnis Sobat Bintang akan lebih siap bersaing di tengah banyaknya kompetitor baru yang bermunculan.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, penting bagi Sobat Bintang untuk mulai mempelajari tentang teori strategi branding yang akan dijelaskan di bawah ini.</p><h2 style="text-align: justify;"><strong>Pengertian Branding</strong></h2><p style="text-align: justify;">Sebelum membahas teori, sudahkah Sobat Bintang sudah tahu apa itu branding?</p><p style="text-align: justify;">Branding sudah dilakukan sejak dahulu oleh masyarakat dunia sebagai penanda atas identitas tertentu. Namun kini, istilah tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar “memiliki”, khususnya dalam berbisnis di era digital.</p><p style="text-align: justify;">Branding memiliki kata dasar “brand”, dalam dunia bisnis diartikan sebagai identitas diri yang membedakan antar sesama produk.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Sampoerna University, <a href="https://www.sampoernauniversity.ac.id/id/pengertian-branding-manfaat-strategi-dan-keuntungannya/" target="_blank" rel="noopener">Branding</a> adalah kegiatan komunikasi sebagai upaya untuk memperkuat dan mempertahankan sebuah merek dengan cara memberikan perspektif kepada orang lain dalam melihat produk kita.</p><p><strong>Baca Juga: <a href="https://bintangsekolahindonesia.com/teknologi/pengertian-internet-marketing/" target="_blank" rel="noopener">Pengertian Internet Marketing, Elemen, Ciri dan Kekurangan-Kelebihannya</a></strong></p><p style="text-align: justify;">Karakteristik branding yaitu:</p><ul style="text-align: justify;"><li>sesuatu yang ada di benak konsumen</li><li>tidak dapat dipublikasi</li><li>dan tidak lekang oleh waktu</li></ul><p style="text-align: justify;">Jadi, branding bukan sekadar ajang menunjukkan identitas, melainkan upaya membentuk citra positif di mata publik. Jika orang lain tidak memikirkan citra apa pun tentang merek Sobat, artinya merek Sobat telah gagal. Maka dari itu, penting untuk membangun branding di samping melakukan strategi penjualan yang gencar.</p><h2 style="text-align: justify;"><strong>Branding vs Marketing</strong></h2><p style="text-align: justify;">Sebelum lanjut ke <a href="https://bintangsekolahindonesia.com/lifestyle/teori-strategi-branding/" target="_blank" rel="noopener">teori strategi branding</a>, mari simak dulu analogi branding yang kerap disamakan dengan marketing.</p><p style="text-align: justify;">Ada sebuah merek lokal A yang menjual tentang mie goreng berbagai cita rasa Indonesia. Saat merek tersebut menyatakan “Kami adalah merek mie instan yang Indonesia banget!”, artinya mereka sedang melakukan pemasaran atau marketing.</p><p style="text-align: justify;">Namun branding adalah kondisi di mana orang langsung mengetahui citra brand tersebut harus mengklaim pernyataan tersebut. Entah dari persona atau visual brand yang ditampilkan dalam kemasan, iklan, sosial media, dan media pemasaran lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, Marketing adalah kondisi di mana perusahaan yang akan mengatakan “Kami adalah merek mie instan yang Indonesia banget!” Sedangkan Branding, konsumen yang akan mengatakan “Ya, aku tahu kamu adalah merek mie instan yang Indonesia banget!”</p><h2 style="text-align: justify;"><strong>Keuntungan Menerapkan Teori Strategi Branding</strong></h2><p style="text-align: justify;">Branding berdampak sangat besar terhadap sebuah merek yang membawa beberapa keuntungan berikut.</p><ul style="text-align: justify;"><li>Dapat menjual produk dengan harga berkali-kali lipat dari brand lain yang menjual produk yang sama</li><li>Pengenalan yang instan, yaitu begitu orang melihat produk langsung tahu bahwa itu adalah merek Sobat</li><li>Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sehingga menghasilkan penjualan jangka panjang</li><li>Sebagai perantara membangun perasaan yang terhubung secara emosi dengan brand hingga menciptakan loyalitas yang berujung pada penjualan</li></ul><h2 style="text-align: justify;"><strong>Teori Strategi Branding untuk Keberlangsungan Bisnis</strong></h2><p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-5678" src="https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding.jpg" alt="branding" width="1280" height="720" srcset="https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding.jpg 1280w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding-300x169.jpg 300w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding-1024x576.jpg 1024w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding-768x432.jpg 768w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding-150x84.jpg 150w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding-696x392.jpg 696w, https://sobatsekolah.com/wp-content/uploads/2022/03/branding-1068x601.jpg 1068w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p><p style="text-align: justify;">Untuk mencapai semua keuntungan di atas, diperlukan sebuah strategi branding. Dari beberapa teori, salah satu yang kerap diterapkan para pebisnis yaitu dari Kotler, seorang ahli pemasaran Amerika yang mengelompokkan strategi branding ke dalam 5 hal.</p><h3 style="text-align: justify;">1. Perluasan Lini</h3><p style="text-align: justify;">Strategi ini merupakan upaya menambah varian baru dari produk yang diciptakan untuk memperluas target pasar incaran serta mudah diingat konsumen tersebut. Contoh ini telah dilakukan oleh perusahaan Indomie yang telah mengeluarkan banyak rasa untuk varian produknya.</p><h3 style="text-align: justify;">2. Perluasan Merek</h3><p style="text-align: justify;">Selain menambah varian, strategi branding dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan produk baru demi menjangkau pasar yang lebih luas. Biasanya strategi ini dilakukan saat bisnis sudah cukup besar.</p><p style="text-align: justify;">Contoh penggunaan strategi ini yakni salah satunya dari Dove yang mengeluarkan produk sabun keramas dan deodoran.</p><h3 style="text-align: justify;">3. Multi Merek</h3><p style="text-align: justify;">Teori strategi branding dari Kotler selanjutnya yang juga efektif dalam membangun branding adalah dengan menambah merek untuk produk yang sama namun berbeda kategori. Tujuannya sama, yaitu untuk menggaet pembeli yang lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya, PT Unilever yang sudah familiar di masyarakat memiliki 3 brand yang memproduksi produk yang sama, yaitu Dove, Lifebuoy, dan Lux.</p><h3 style="text-align: justify;">4. Peluncuran Brand Baru</h3><p style="text-align: justify;">Penggunaan merek baru banyak dipilih perusahaan dengan alasan khawatir produk baru gagal sehingga bisa mempengaruhi branding yang sudah dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, perusahaan minuman karbonasi Coca-Cola meluncurkan merek Freshtea sebagai minuman teh kemasan botol.</p><h3 style="text-align: justify;">5. Strategi Merek Bersama</h3><p style="text-align: justify;">Yaitu strategi pelaksanaan penggunaan dua merek untuk satu produk. Dengan kata lain, strategi merek bersama (<em>co-branding)</em> ini merupakan kerja sama strategi. Penguatan merek ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap meningkatkan konsumen. Meski besar dampaknya, risikonya juga besar terlebih saat salah satu brand mengalami kejatuhan sehingga berimbas pada merek lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya, produk baru berupa sensor nirkabel di sepatu yang terhubung dengan iPhone adalah contoh dari pelaksanaan strategi ini.</p><p style="text-align: justify;">Demikian penjelasan mengenai branding lengkap dengan teori strategi branding sebagai kunci sustainable business yang bisa diterapkan. Perluas wawasan Branding lainnya demi menjaga keberlanjutan bisnis Sobat Bintang.</p>]]></content:encoded><wfw:commentRss>https://sobatsekolah.com/lifestyle/teori-strategi-branding/feed/</wfw:commentRss><slash:comments>0</slash:comments></item></channel></rss>